Cacat Pengecoran Umum Dijelaskan
Dalam produksi pengecoran, bahkan dengan peralatan canggih dan proses yang matang, cacat kualitas masih dapat terjadi.
Memahami jenis cacat, akar penyebab, dan tindakan pencegahan sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi tingkat penolakan.
1.Porositas
Porositas adalah salah satu cacat pengecoran yang paling umum, muncul sebagai lubang kecil di dalam atau di permukaan hasil cor.
Penyebab:
·Kandungan gas berlebih dalam logam cair.
·Turbulensi parah selama pengisian.
·Desain ventilasi yang tidak tepat.
Solusi:
·Optimalkan desain saluran masuk untuk mengurangi turbulensi.
·Kontrol suhu peleburan dan lakukan perlakuan penghilangan gas.
·Tingkatkan sistem ventilasi.
2.Cacat Sambungan Dingin (Cold Shut)
Cacat sambungan dingin terjadi ketika dua aliran logam cair gagal menyatu dengan benar, meninggalkan bekas jahitan yang terlihat.
Penyebab:
·Suhu penuangan rendah.
·Kecepatan pengisian tidak mencukupi.
·Lokasi saluran masuk yang tidak tepat.
Solusi:
·Tingkatkan suhu penuangan.
·Optimalkan tata letak saluran masuk dan perpendek jalur aliran.
·Tingkatkan pemanasan awal cetakan.
3.Cekungan Susut & Porositas Susut
Cekungan susut biasanya muncul di bagian tebal karena pemberian makan yang tidak mencukupi selama pemadatan.
Penyebab:
·Desain sistem pemberian makan yang tidak memadai.
·Variasi ketebalan dinding yang besar.
·Urutan pemadatan yang tidak tepat.
Solusi:
·Optimalkan sistem riser atau pemberian makan bertekanan.
·Sesuaikan desain untuk ketebalan dinding yang seragam.
·Kontrol laju pendinginan.
4.Inklusi
Inklusi mengacu pada kotoran non-logam yang terperangkap di dalam hasil cor.
Penyebab:
·Kotoran yang tidak dihilangkan selama peleburan.
·Lapisan oksida yang terperangkap selama penuangan.
Solusi:
·Tingkatkan pemurnian lelehan.
·Optimalkan saluran masuk untuk mengurangi penangkapan udara dan oksidasi.
5.Cacat Permukaan
Cacat permukaan meliputi pasir menempel, retakan, dan permukaan kasar.
Penyebab:
·Perlakuan permukaan cetakan yang tidak tepat.
·Kontrol suhu yang tidak stabil.
Solusi:
·Tingkatkan pelapisan cetakan.
·Tingkatkan pemantauan suhu.
6.Perbedaan Cacat pada Pengecoran Tekanan Rendah vs Gravitasi
·Pengecoran tekanan rendah biasanya mengurangi porositas karena pengisian yang lancar.
·Pengecoran gravitasi, dengan aliran yang lebih cepat, lebih rentan terhadap cacat terkait turbulensi.
·Sistem kontrol otomatis secara signifikan mengurangi risiko cacat terkait manusia.
7.Kesimpulan
Cacat pengecoran tidak dapat dihindari; kuncinya terletak pada pemahaman mekanisme mereka dan pengoptimalan proses dan peralatan. Melalui desain saluran masuk yang tepat, kontrol suhu, dan otomatisasi, kualitas pengecoran kuningan dapat ditingkatkan secara signifikan.